Main | quizFarm said: I should be a Psychology major! »

IPv6: revolusi teknologi internet?

Prolog:
IPv6 adalah teknologi internet masa depan yang siap diimplementasikan. Apakah bangsa Indonesia akan menjadi pengikut teknologi atau dapat mengambil manfaat dari kesempatan revolusi teknologi internet kali ini?

Selengkapnya:
Tanggal 28 Nov 2005, dirjen postel mengadakan workshop ipv6 dengan tema: menyongsong revolusi internet indonesia. Workshop berubah menjadi ajang diskusi yang lebih strategis.

IPv4 yang sekarang operasional, seperti terjadi pada teknologi lain, sudah hampir habis masa layak pakaiannya. Perkiraan umur semula hingga tahun 2015, ternyata akan jauh lebih cepat lagi. Ichwan Agus dari Cisco System Indonesia meramalkan teknologi ini sudah akan tidak produktif sebelum tahun 2010. Secara finansial, memang ada cost untuk migrasi. Namun efisiensi biaya dan manfaat yang didapat dengan IPv6 jauh lebih besar setelah berhasil mengimplementasikan teknologi ini.

Ada banyak keterbatasan teknologi IPv4 saat ini. Masalah yang jelas adalah jumlah alamat IP mulai langka, sehingga setiap node yang terhubung ke internet harus akal-akalan menggunakan IP address.

Masalah keterbatasan dijit mirip masalah Y2K (tahun 2000). Pemrogram dan operator komputer biasa menggunakan dua dijit angka untuk menyatakan tahun. Tahun 1997 ditulis sebagai 97. Menjelang tahun 2000, terjadi kerancuan. Angka 00 dapat berarti 2000 atau 1900. Begitu pula, 01 apakah menyatakan
2001 atau 1901. Perbedaannya, pada masalah IPv4 adalah bahwa kekurangan dijit membuat tidak bisa lagi menambah komputer yang terhubung ke internet.

Teknologi IPv4 juga mengakibatkan sejumlah kerepotan. Bagi provider jaringan, selain kerepotan mengalokasikan IP juga masalah routing yang semakin rumit. Bagi masyarakan secara keseluruhan, ada banyak peluang teknologi baru lain yang tak dapat diraih oleh IPv4. Salah satunya adalah isu keamanan yang bukan menjadi perhatian utama pada saat IPv4 dirancang.

Dengan demikian implementasi IPv6 bukan sekedar opsi, tetapi sudah kebutuhan. Dikshie, peneliti dari ITB, mengajak untuk menggunakan IPv6 mulai dari sekarang. Tidak perlu menunggu lagi karena IPv6 sebenarnya sudah matang dan bahkan sudah aktif dipakai di berbagai negara. Wakil Microsoft Indonesia, Herry Suyanto, juga melaporkan bahwa Windows XP dan Windows terbaru sudah mendukung IPv6.

Dirjen Postel mengungkapkan bahwa pemerintah akan menjadi fasilitator bagi perkembangan IPv6 di Indonesia. Hal ini telah dimulai dengan mengadakan workshop ipv6 pada hari ini. Lebih lanjut, dirjen posten juga mengharapkan agar bangsa Indonesia kali ini tidak sekedar menjadi pengikut tetapi juga
dapat mengambil manfaat dari kesempatan revolusi teknologi internet kali ini. Untuk itu, Ismail Ahmad selaku Kasubdit akses protokol internet dirjen postel menyampaikan roadmap internet Indonesia.

Di dalam roadmap disebutkan berbagai rencana strategis dengan memberdayakan forum IPv6 untuk membawa internet Indonesia menjadi sepenuhnya berbasis IPv6 pada tahun 2008. Forum IPv6 yang semula diprakarsai oleh individu-individu kini sudah memiliki struktur organisasi yang makin lengkap.

Anggota forum IPv6 bersifat terbuka dan saat ini terdiri dari pribadi maupun organisasi. Ada organisasi akademik, seperti ITB dan Unibraw, organisasi operator telekomunikasi seperti IndosatM2 dan provider internet.

Kegiatan pengembangan IPv6 di Indonesia sebenarnya sudah dimulai sejak 1996 oleh ITB. Percobaan-percobaan nyata terlihat dengan menjalankan IPv6 di atas sistem operasi FreeBSD yang waktu itu masih FreeBSD-2.2.2 (versi 2.2.2). Sejumlah perguruan tinggi, seperti UNILA dan UNPAR, juga terlibat di bawah koordinasi CNRG (Computer Network Resource Group) ITB.

Setelah vakum beberapa tahun, pengembangan dilakukan oleh komunitas dalam wadah forum IPv6. Achmad Basuki, salah satu koordinator forum IPv6, berharap agar setelah workshop ini makin banyak organisasi dan individu yang tertarik berpartisipasi dalam forum dengan website http://www.ipv6.or.id/.

Menilik waktu pengembangan yang sudah lama dan rencana pemerintah terhadap jaringan internet hingga tahun 2008, maka berbagai unsur industri hendaknya segera mulai dikaitkan ke arah teknologi internet yang sudah cukup matang ini. Akankah kesempatan ini dapat diraih oleh bangsa Indonesia? Tergantung pada jawaban apakah kita sebagai bangsa Indonesia kembali akan menjadi pengikut teknologi atau mau secara aktif berpartisipasi dalam pengembangan revolusi teknologi internet kali ini?

Semoga ...

                            

Comments

Gooooooooood.
lanjutkan.

Post a comment

Post a comment

Name:

You are currently signed in as .